Ibu... kerap kau membaca suratkuKau pasti sadar kau tak lagi memijakkan kakimu
Pada atas bumi yang terbasahi
Oleh air mata anakmu yang menghantarkan
Jasadmu pada sebuah kedukaan mendalam
Ibu... kerap kau meninggalkanku
Apakah kau pernah tahu
Sedalam apakah luka yang mencabik-cabikku
Dan seberapa sanggupkah aku meninggalkanmu
Pada rute perjalanan hidup kita
Ibu... ketika kau tahu semua akan demikian
Masihkah engkau akan datang ke sana
Sebagai peminta - minta
Hanya untuk satu lembar kertas
Bertuliskan "Dua Puluh Ribu Rupiah"
Ibu... sudahkah kamu menghitung
Berapa banyak tetes air mataku
Harus jatuh untuk menghantarmu
Pada sebuah pemakaman lukaku
Kematianmu...
Mengenang tragedi kemiskinan
Pasuruan 150908
-25 September 2008-
Untuk sebuah kemiskinan yang mematikan
1 comment:
makanya dr skrang belajar yg rajin biar jadi ibu yg kaya kaga usah minta2
Post a Comment