Saturday, October 11, 2008

Semoga Bukan yang Terakhir

Ya... semoga ini bukan menjadi aksara terakhir saya...

-Dalam setiap baris hujan
-Kutemukan tetes yang melirih
-Dalam setiap terik matahari
-Kutemukan hangat yang tak memeluk

karena aku tak ingin kenikmatan duniawi
aku hanya ingin kebebasan, kedamaian
terciptakan kebersamaan
bukan lagi d
alam mimpi, namun menjadi realita

aku harus mencicipi rasa itu, saudaraku!
seandainya kau tahu seluruh apa yang kupikirkan
kita berbeda rasa... kita tak sama dalam penciptaan


dan yang harus kau tahu, saudaraku!
walau dalam segala perbedaan kita
kau tetaplah saudaraku, bukan teman ataupun sahabat


Untuk seseorang yang kudengar suaranya semalam,
Dan pagi yang kehujanan

Jakarta, dalam heningnya...
Aveline Agrippina Tando

3 comments:

cressant said...

wah cape amat kalo nolak kebahagiaan dunia.... kita berhak utk ke2nya...kebahagiaan surgawi n duniawi.... Jesusmu dtg kedunia utk itu, makanya org buta, org sekarat yg pd menderita secara dunia dipulihkan....sejauh mana cara memperoleh kebahagiaan itu sejln dgn firman , why not ?
Tuhan mau melihat kita bahagia. Coba pkr kita mau lht org tua kt hdp bahagia di dunia atau menderita..kt semua akan fight if find out the one we loved suffers gitu jg Penciptamu e...e.. jaman gini ada yg nolak bahagia di bumi ?????? tega apa liat yr Creator n others feel sad cause of ur rejection of happiness ???? hari gini .....

cressant said...

wah cape amat kalo nolak kebahagiaan dunia.... kita berhak utk ke2nya...kebahagiaan surgawi n duniawi.... Jesusmu dtg kedunia utk itu, makanya org buta, org sekarat yg pd menderita secara dunia dipulihkan....sejauh mana cara memperoleh kebahagiaan itu sejln dgn firman , why not ?
Tuhan mau melihat kita bahagia. Coba pkr kita mau lht org tua kt hdp bahagia di dunia atau menderita..kt semua akan fight if find out the one we loved suffers gitu jg Penciptamu e...e.. jaman gini ada yg nolak bahagia di bumi ?????? tega apa liat yr Creator n others feel sad cause of ur rejection of happiness ???? hari gini .....

Anonymous said...

@Cressant:
Kebahagiaan dunia dan kebahagiaan surga itu berbeda rasanya. Lebih nikmat mana? Kebahagiaan dunia toh? Namun kebahagiaan surga menjanjikan sebuah karya keselamatan. Kebahagiaan dunia menjanjikan dosa yang tanpa kita sadari kita akan terjerumus ke dalamnya. Yes, I know. Tuhan ingin melihat kita bahagia, namun kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita dapatkan melainkan kita ciptakan sendiri dari mana kebahagiaan itu kita mengoperasikannya. Dan kebahagiaan itu akan menjadi bagaimana kita mengelolanya atau kita menghancurkannya dengan sejuta kemudahan yang kita miliki.

Thank you for your comment, Madam Marcella...