Entah jahat atau tidak, akhir – akhir ini, aku sedang memikirkan tentang kematian. Kematian ini terasa semakin mendekat padaku.
Iblis sungguh gila membelenggu pikiranku. Atau aku yang terlambat menanggapi pertanda itu.
Walau mereka tak pernah berharap, aku ingin ketika sewaktu aku mati, mereka tak menjatuhkan air mata mereka di hadapan tubuhku yang kosong. Aku ingin mati sendiri, dalam kesunyian, dalam ruang yang paling hampa.
Iblis semakin merajalela merasuk otakku. Semakin gila ia menguasai pikiranku. Keparat kukatakan.
Bayang hitam seolah tampak jelas kupunggungi. Aku tak berani untuk menoleh ke belakang. Aku takut jika ini memang saatnya. Aku harus menanggalkan semua yang boleh kupegang, yang boleh kulihat, yang boleh kunikmati walau itu terasa tak enak.
Ternyata bukan hanya iblis yang membuntuti diriku, tetapi juga malaikat. Mereka telah berkolaborasi untuk merenggut semuanya.
Oh, rupanya waktu ini telah semakin singkat. Tak ada kesempatan kecil untuk pamit kepada mereka. Baiklah, memang ini saatnya. Kematian telah datang, dan raga ini akan terlentang pada tempat akhirnya. Peti mati dan akan ditaburkan tanah.
Catatan kejahatan Aveline Agrippina Tando
01062008-1833
No comments:
Post a Comment